Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil luar biasa di hadapan pendukung setia yang memadati Pertamina Mandalika International Circuit pada Race 1 Seri 4 FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. Jalani balapan dengan kondisi berangin, pasukan Satu Hati ini melewati pertarungan sengit dan ketat sampai garis finish. Berbagai insiden di tengah balapan, mewarnai usaha dalam meraih poin maksimal di tiga kelas yang diikuti.
Di kelas Asia Production 250 (AP250), juara Asia 2 kali, Rheza Danica Ahrens menunjukkan kematangan bertarung (racecraft) yang luar biasa. Mengawali balapan dari baris keempat (grid P10), Rheza merangsek naik dan mengunci posisinya di dalam lead group ketat berisi 15 pembalap yang saling ambil alih posisi sepanjang 10 lap. Saat terjadi bottleneck parah di tikungan 16 yang memaksa beberapa pebalap terdepan melebar di lap terakhir, Rheza tetap tenang dan berhasil menyentuh garis finish di posisi ke-6 (P6), hanya terpaut 1,664 detik dari sang pemenang.
Rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah, juga tampil luar biasa. Melesat dari P7, Irfan sempat mengambil alih pimpinan balapan di pertengahan lomba. Sayang, akibat terjebak di sisi luar pada drama tikungan 16 di lap terakhir, Irfan terdorong melebar dan harus puas finish di P10 (+2,344 detik). Sementara itu, Muhammad Badly Ayatullah (#45) yang baru kembali pasca-cedera harus mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh di lap ke-9.
Di kelas Supersport 600 (SS600), Herjun Atna Firdaus yang mengawali balapan dari front row (P2) langsung melancarkan serangan demi memburu kemenangan. Melakukan start apik dan memimpin balapan sejak tikungan 1, Herjun menguasai sektor-sektor awal serta mencatatkan waktu lap terbaiknya di angka 1:37,635. Sayangnya, saat terlibat pertarungan sengit wheel-to-wheel di rombongan depan yang diisi 5 pebalap untuk memperebutkan podium, Herjun mengalami low-side menjelang akhir balapan. Herjun langsung bangkit dan membawa Honda CBR600RR miliknya menyentuh garis finish di posisi ke-8 (P8) dan mengamankan 8 poin vital untuk klasemen.
Di kelas utama Asia Superbike 1000 (ASB1000), Mohammad Adenanta Putra tampil sangat dewasa untuk mengamankan posisi enam besar pada debutnya menunggangi motor superbike 1000cc di Mandalika. Mengawali balapan dari posisi ke-6, Adenanta melahap 15 lap dengan rapi dan terukur di tengah proses pemulihan cedera patah tulang selangka (collarbone). Mencatatkan top speed mencapai 279,10 km/jam serta best lap pribadi 1:36,423, Adenanta berhasil mempertahankan posisinya hingga bendera finish berkibar di P6. Hasil ini menjadi fondasi yang sangat positif dalam pengembangan tim di kelas para raja ini.
Berbekal evaluasi data yang komprehensif serta penyesuaian terhadap perubahan kondisi angin, Astra Honda Racing Team kini mengalihkan fokus penuh untuk membenahi setup motor demi bangkit dan merebut podium pada Race 2 esok hari.