NEWS
DETAILS
Jumat, 24 Jul 2026 14:09 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Ban merupakan salah satu komponen paling vital pada sepeda motor Brosis, karena menjadi satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan aspal jalanan. Perawatan ban yang baik tidak hanya membuat komponen ini berumur panjang, tetapi juga menjamin keselamatan kita selama berkendara. Namun, Brosis perlu ingat bahwa ban memiliki batas usia pakai dan tidak bisa digunakan selamanya.

Agar ban kuda besi kesayangan Brosis tidak cepat botak atau rusak sebelum waktunya, beberapa langkah perawatan rutin ini wajib dilakukan:

  1. Rutin Cek Tekanan Angin Tekanan angin adalah kunci utama keawetan ban. Pastikan Brosis mengecek tekanan angin secara berkala, minimal satu minggu sekali. Tekanan angin yang kurang membuat ban bekerja lebih berat, boros bahan bakar, dan dinding ban lebih cepat retak. Sebaliknya, tekanan yang terlalu berlebihan membuat ban keras, licin, dan permukaannya aus tidak merata di bagian tengah.

  2. Hindari Beban Berlebih (Overload) Setiap ban memiliki batas kemampuan menanggung beban atau yang biasa disebut load index. Membawa muatan melebihi kapasitas pabrikan secara terus-menerus akan merusak struktur kawat dan benang di dalam ban, yang berisiko memicu ban benjol atau bahkan pecah di jalan.

  3. Bersihkan dari Benda Asing Sesekali periksa alur atau kembang ban motor Brosis. Sering kali ada kerikil kecil, pecahan kaca, atau paku yang terselip di celah telapak ban. Segera congkel keluar benda-benda tersebut agar tidak merusak kompon karet atau menembus ban hingga bocor.

  4. Gunakan Cairan Semir Ban Secukupnya Saat mencuci motor, Brosis boleh saja menggunakan semir ban untuk mempercantik tampilan. Namun, gunakan seperlunya dan hindari produk abal-abal yang justru bisa merusak elastisitas kompon karet ban dalam jangka panjang.

Kenali Tanda-Tanda Ban Harus Segera Diganti

Meski dirawat dengan sangat baik, ban tetap memiliki masa kedaluwarsa dan batas keausan. Brosis wajib segera mengganti ban jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Tread Wear Indicator (TWI) Sudah Sejajar Perhatikan tonjolan kecil di dalam alur ban yang disebut TWI. Jika permukaan telapak ban sudah aus hingga sejajar atau rata dengan batas TWI tersebut, itu tanda mutlak bahwa ban sudah habis dan harus diganti baru demi keselamatan.

  • Muncul Retak-Retak Halus (Dry Rot) Seiring bertambahnya usia—biasanya setelah 2 hingga 3 tahun pemakaian—karet ban akan mengeras dan mulai muncul retakan-retakan kecil di bagian samping atau alur ban. Ban yang sudah pecah-pecah sangat berbahaya karena rapuh saat menahan gesekan dengan aspal.

  • Ban Sering Bocor atau Ditambal Berkali-kali Jika ban motor Brosis sudah sering terkena paku dan ditambal di banyak titik, struktur kekuatannya pasti sudah menurun drastis. Penambalan yang terlalu banyak membuat ban rentan bocor kembali atau benjol.

  • Ban Benjol Benjolan pada ban terjadi karena putusnya benang atau kawat penguat di dalam struktur ban, biasanya akibat menghantam lubang dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini membuat laju motor tidak stabil dan wajib langsung diganti.

Brosis harus selalu ingat, keselamatan di jalan jauh lebih utama. Selalu periksa kondisi ban motor kesayangan secara rutin dan kunjungi bengkel AHASS jika terdapat masalah pada ban sepeda motor Brosis. Terapkan gaya berkendara yang aman, dan ganti ban tepat waktu jika sudah menunjukkan tanda-tanda keausan. Semoga tips ini bermanfaat untuk Brosis sekalian, tetap #Cari_Aman saat berkendara di jalan raya,

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK