NEWS
DETAILS
Jumat, 10 Apr 2026 07:32 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Pernahkah Brosis sedang asyik melibas jalanan, tiba-tiba saat mau berbelok, indikator lampu sein di dashboard tidak berkedip atau mati total? Situasi ini pasti bikin panik, apalagi kalau kondisi jalanan lagi ramai dan padat. Lampu sein bukan sekadar aksesori, melainkan alat komunikasi vital antar pengguna jalan. Jika mati, risiko terjadinya senggolan atau kecelakaan tentu meningkat drastis.

Kalau masalah ini terjadi di tengah perjalanan, ada beberapa langkah darurat yang bisa dilakukan untuk memastikan keselamatan sampai ke tujuan atau bengkel terdekat. Jika sein mati total, Brosis harus kembali ke cara konvensional yang sah secara hukum, yaitu menggunakan isyarat tangan.

  • Belok Kanan: Ketika Brosis henda menyeberang atau berbelok ke kanan dalam kondisi lampu sein mati atau tidak menyala, Rentangkan lengan kanan lurus ke samping secara horizontal.

  • Belok Kiri: Dan saat Brosis hendak menepi atau belok ke arah kiri, solusinya bisa rentangkan lengan kanan ke samping dan tekuk siku ke atas (membentuk sudut 90 derajat), atau jika memungkinkan dan aman, gunakan lengan kiri lurus ke samping.

Jangan lupa untuk melakukan gerakan ini beberapa meter sebelum berbelok agar pengendara di belakang punya waktu untuk merespons.

Langkah selanjutnya, Brosis perlu melakukan pengecekan Mandiri di Pinggir Jalan. Cari tempat aman, lalu coba lakukan diagnosa ringan berikut ini:

1. Cek Socket dan Kabel

Getaran motor yang hebat, apalagi kalau Brosis sering melewati jalanan rusak, seringkali membuat socket kabel lampu sein kendur. Coba raba bagian belakang lampu atau di bawah spakbor, pastikan kabelnya terpasang dengan kuat. Terkadang, cukup dengan menekan kembali socket yang longgar, lampu langsung nyala lagi!

2. Goyangkan Flasher

Flasher adalah komponen yang bertugas membuat lampu sein berkedip. Letaknya biasanya tersembunyi di balik tameng depan atau di dekat aki. Jika lampu sein menyala tapi diam (tidak berkedip), kemungkinan besar flasher bermasalah. Coba ketuk-ketuk ringan unit flasher tersebut; terkadang platina di dalamnya hanya tersangkut dan bisa kembali berfungsi setelah sedikit diguncang.

3. Periksa Bohlam

Cek apakah ada tanda-tanda bohlam putus (kaca menghitam) atau filamen di dalamnya terputus. Jika hanya satu sisi yang mati, kemungkinan besar memang bohlamnya yang minta pensiun. Jika Brosis membawa cadangan, ini adalah saat yang tepat untuk memasangnya.

Sebelum Brosis pergi ke bengkel, ada baiknya memahami beberapa penyebab yang sering menyebabkan lampu sein mogok kerja:

  • Bohlam Lampu Putus: Ini adalah penyebab paling klasik. Usia pakai bohlam yang sudah lama atau terjadinya lonjakan arus listrik bisa membuat filamen di dalam bohlam putus. Biasanya ditandai dengan kaca bohlam yang terlihat hitam atau gosong.

  • Flasher Sein Rusak atau Lemah: Seperti yang disebutkan sebelumnya, flasher adalah otak di balik kedipan sein. Jika komponen ini rusak, pilihannya cuma dua: lampu sein menyala terus tanpa berkedip (melotot) atau mati total sama sekali.

  • Saklar (Switch) Kotor: Karena letaknya yang berada di luar (stang), saklar sein sering terpapar debu, air hujan, dan kotoran. Penumpukan kotoran ini bisa menghambat kontak arus listrik. Gejalanya biasanya saklar terasa keras saat digeser atau lampu hanya menyala kadang-kadang (kumat-kumatan).

  • Aki Tekor (Low Bat): Lampu sein membutuhkan suplai listrik yang stabil. Jika aki motor Brosis sudah mulai lemah, daya yang dikirim ke flasher tidak akan cukup untuk memicu kedipan, sehingga lampu sein jadi redup atau tidak berfungsi.

  • Kabel Putus atau Korsleting: Gigitan tikus atau kabel yang terjepit rangka motor bisa menyebabkan kabel putus. Selain itu, pemasangan aksesori kelistrikan tambahan yang tidak rapi juga berisiko menyebabkan arus pendek (korsleting) yang memutuskan sekring (fuse) sein.

Hal yang Harus Dihindari saat Sein Mati

Dalam kondisi darurat, ada beberapa pantangan yang wajib Brosis perhatikan:

  • Jangan Berbelok Mendadak: Tanpa sein, kendaraan di belakang tidak tahu arah pergerakan Brosis. Kurangi kecepatan jauh sebelum titik belok.

  • Jangan Memaksakan Kecepatan Tinggi: Berkendaralah dengan santai di lajur kiri. Menyalip kendaraan lain tanpa lampu sein sangatlah berbahaya.

  • Hindari Berkendara saat Hujan/Malam Hari: Jika lampu sein mati saat malam, risiko menjadi jauh lebih tinggi karena isyarat tangan akan sulit terlihat oleh orang lain.

Lampu sein yang mati memang merepotkan, tapi bukan berarti perjalanan harus berakhir dengan bahaya. Dengan tetap tenang, menggunakan isyarat tangan, dan melakukan pengecekan ringan pada kabel atau flasher, Brosis bisa meminimalisir risiko di jalan. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama, jadi segera mampir ke bengkel begitu menemukan tempat yang tepat.

Selalu lakukan perbaikan dan perawatan rutin di bengkel AHASS agar ditangani oleh mekanik handal dan terlatih serta berpengalaman. Selain itu, servis di AHASS juga menjamin suku cadang asli dan awet. Gunakan layanan booking servis untuk layanan bebas antri.

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK