NEWS
DETAILS
Senin, 17 Nov 2025 11:54 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Dalam era konektivitas tinggi, smartphone telah menjadi navigator dan penghubung darurat yang tak terpisahkan selama perjalanan. Menjawab kebutuhan ini, Honda telah melengkapi berbagai varian motornya—dari BeAT hingga PCX—dengan fitur power charger.

Fitur praktis ini memungkinkan pengendara mengisi daya perangkat mereka langsung dari motor. Namun, kemudahan ini datang dengan tanggung jawab. Penggunaan yang ceroboh berisiko merusak perangkat dan membahayakan kendaraan Anda. 

Memahami Sumber Daya

Fitur power charger pada motor mengambil daya langsung dari aki. Sistem kelistrikan motor telah didesain untuk menangani beban tambahan ini, namun kapasitas aki motor terbatas. Mengurasnya secara berlebihan akan dengan cepat membuatnya tekor. Pemahaman yang baik tentang cara menggunakan fitur ini menjadi kunci untuk menikmati manfaatnya tanpa menimbulkan masalah.

Lima Prinsip Keamanan Penggunaan Power Charger

  1. Investasi pada Kualitas: Gunakan Perangkat Original
    Mengutamakan harga di atas kualitas adalah keputusan berisiko. Perangkat charger original telah melalui uji keselamatan yang ketat. Materialnya dirancang untuk menahan panas dan beban listrik stabil, serta memiliki pengaman untuk mencegah lonjakan arus. Kabel berkualitas rendah dapat menyebabkan resistansi tinggi, berujung pada panas berlebih, meleleh, dan korsleting. Perlindungan untuk smartphone Anda dimulai dari kabel yang berkualitas.
  2. Efisiensi dan Keamanan: Matikan Smartphone Saat Mengisi Daya
    Mengisi daya smartphone dalam keadaan mati adalah praktik terbaik. Ketika dinyalakan, smartphone terus bekerja yang menghasilkan panas. Proses charging sendiri juga menghasilkan panas. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan overheat, yang mempercepat penurunan kualitas baterai. Dengan mematikan smartphone, proses pengisian daya menjadi lebih efisien dan lebih aman.
  3. Jaga Kesehatan Aki: Nyalakan Mesin Motor
    Ini adalah aturan paling krusial. Menggunakan power charger saat mesin mati sama saja dengan menguras daya aki secara langsung. Aki motor tidak dirancang untuk peran seperti aki mobil; kapasitasnya jauh lebih kecil. Hal ini dapat membuat aki tekor (soak) dan menyebabkan motor tidak bisa distarter. Dengan menyalakan mesin, alternator akan menghasilkan listrik yang cukup untuk mengisi ulang aki sekaligus menyalurkan daya ke charger.
  4. Hindari Beban Berlebih: Jangan Gunakan Port Charger Paralel
    Mengisi dua perangkat sekaligus sangat tidak disarankan. Sistem kelistrikan motor memiliki kapasitas terbatas. Memaksanya untuk mengisi dua perangkat membuat aki dan alternator bekerja ekstra keras. Beban berlebih ini tidak hanya berpotensi merusak aki, tetapi juga menghasilkan panas yang signifikan di sekitar area bagasi. Suhu tinggi ini berbahaya bagi smartphone dan komponen sekitarnya.
  5. Kewaspadaan Pasca Berkendara: Periksa Bagian Dalam Bagasi
    Sebelum mengunci motor dan pergi, biasakan untuk memastikan tidak ada perangkat elektronik yang tertinggal. Suhu di dalam bagasi yang tertutup rapat, terutama di bawah terik matahari, bisa melonjak drastis. Smartphone yang tertinggal berisiko mengalami kerusakan permanen pada baterainya. Selalu cabut charger dari power socket-nya untuk mencegah pemborosan daya dan melindungi port dari debu.

Kenyamanan yang Berasal dari Perawatan

Fitur power charger adalah bukti nyata inovasi Honda untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. Namun, teknologi terbaik pun membutuhkan penggunaan yang bijak. Dengan menerapkan kelima tips di atas, Anda melindungi investasi pada smartphone dan motor.

Untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan tetap prima, jadwalkan kunjungan rutin ke bengkel AHASS terdekat. Manfaatkan layanan booking service untuk pengalaman servis yang lebih efisien, karena motor yang terawat adalah fondasi dari setiap perjalanan yang menyenangkan.

Sumber : https://www.astra-honda.com/article/charger-di-motor-fitur-praktis-yang-perlu-digunakan-dengan-bijak

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK