NEWS
DETAILS
Sabtu, 03 Oct 2026 10:43 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Berkendara menggunakan sepeda motor menuntut kedisiplinan yang tinggi demi keselamatan bersama di jalan raya. Namun, masih sering kali kita jumpai pengendara yang menganggap sepele aturan lalu lintas, salah satunya adalah kebiasaan melawan arah. Tindakan melawan arus ini sering kali dianggap lumrah oleh sebagian orang, terutama saat hanya sekadar menyeberang jalan jarak dekat, memotong jalur, atau menghindari kemacetan dan putar balik yang dianggap terlalu jauh.

Padahal, mengabaikan rambu lalu lintas dengan berkendara melawan arah menyimpan ancaman fatal yang tidak boleh dianggap remeh. Membiasakan diri mengambil jalur yang salah bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menempatkan nyawa diri sendiri dan pengendara lain dalam bahaya besar.

Berikut adalah berbagai potensi bahaya nyata dari tindakan melawan arah saat berkendara:

  • Risiko Tabrakan Frontal (Adu Banteng)

    Melawan arah berarti brosis melaju di jalur yang salah di mana kendaraan lain dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan normal atau tinggi, sehingga potensi kecelakaan adu banteng sangat besar dan mematikan.

  • Ruang Pandang (Blind Spot) yang Terbatas

    Pengendara dari arah benar tidak akan menduga kehadiran kendaraan yang muncul dari arah berlawanan, sehingga mereka kekurangan waktu untuk melakukan pengereman atau menghindar.

  • Membahayakan Pejalan Kaki dan Pengendara Lain:

    Tindakan ini tidak hanya mengancam keselamatan pengendara itu sendiri, tetapi juga mencelakai pejalan kaki, anak-anak sekolah, atau pengendara lain yang sudah mematuhi jalur yang benar.

  • Menicu Kemacetan Parah dan Emosi di Jalan

  • Melawan arus sering kali membuat arus lalu lintas terkunci, memicu kemacetan total, hingga menyulut emosi pengguna jalan lain yang berujung pada perselisihan.

Lantas, apa yang harus dilakukan sebagai pengendara yang cerdas dan bertanggung jawab?

Selalu Patuhi Rambu dan Marka Jalan

Hilangkan kebiasaan mengambil jalan pintas dengan melawan arah, meskipun jarak yang harus ditempuh sedikit lebih jauh untuk mencari tempat putar balik yang resmi.

Cari Putar Balik yang Aman

Jika terlewat tujuan, bersabarlah untuk melaju hingga menemukan area U-turn atau persimpangan yang aman untuk berputar arah.

Tuntun Motor Jika Terpaksa Menyeberang

Jika brosis terpaksa menyeberang atau berpindah sisi jalan yang jaraknya sangat dekat di area padat, matikan mesin sejenak dan tuntun motor dengan berjalan kaki di pinggir jalan demi keamanan.

Keselamatan di jalan raya dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk menghargai aturan dan hak pengguna jalan lain. Jangan pertaruhkan nyawa hanya demi menghemat waktu beberapa menit saja. Mari menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan selalu utamakan #Cari_Aman saat berkendara di jalan raya.

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK