NEWS
DETAILS
Jumat, 04 Sep 2026 13:47 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Berkendara menggunakan sepeda motor kesayangan tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan, baik saat sendiri maupun bersama komunitas. Namun, apa rasanya jika tiba-tiba bagian kemudi atau ban depan motor terasa goyang, oleng, dan kurang stabil saat melaju? Sensasi tidak nyaman ini tentu sangat mengganggu konsentrasi berkendara dan yang paling utama, bisa membahayakan keselamatan brosis di jalan raya.

Masalah ban depan yang terasa goyang bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Ketika kestabilan motor mulai berkurang, kendali otomatis menjadi terganggu, terutama saat melewati jalanan bergelombang atau ketika melaju dalam kecepatan tinggi. Oleh karena itu, penting bagi brosis untuk segera mengenali dan memeriksa beberapa komponen utama penyebab ban depan goyang.

Berikut adalah beberapa bagian penting yang harus segera brosis cek ketika ban depan motor mulai terasa tidak stabil:

  • Tekanan Angin Ban:

    Penyebab paling sepele namun sering diabaikan adalah kurangnya tekanan angin pada ban depan. Ban yang kempes membuat tapak ban menapak terlalu lebar ke permukaan jalan, sehingga kemudi terasa berat dan goyang. Pastikan tekanan angin selalu ideal sesuai standar pabrikan.

  • Kondisi Fisik dan Keausan Ban:

    Periksa permukaan ban depan brosis. Apakah sudah botak sebelah (tidak rata), ada benjolan, atau mengalami keausan yang tidak wajar? Ban yang sudah aus atau cacat bentuknya akan langsung memengaruhi kestabilan saat berputar.

  • Velg Peyang:

    Benturan keras saat menghantam lubang di jalan dengan kecepatan tinggi dapat membuat velg motor brosis mengalami peyang atau bergeser. Velg yang tidak bundar sempurna akan menimbulkan efek goyang yang sangat terasa pada setang.

  • Komstir (Steering Head) oblak:

    Komstir adalah komponen vital yang menghubungkan garpu depan dengan rangka motor. Jika komstir sudah mulai longgar, oblak, atau aus pada bagian pelornya, maka kemudi dipastikan akan terasa longgar dan goyang saat dikendarai.

  • Sokbreker Depan (Suspensi):

    Periksa apakah suspensi depan motor brosis mengalami kebocoran oli atau tekanan yang tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri. Jika salah satu sisi sokbreker mati atau bocor, pantulan redamannya menjadi tidak sinkron dan memicu goyangan.

  • Baut As Roda dan Komponen Pengereman:

    Pastikan semua baut pengikat pada as roda depan, kaliper rem, dan sepatbor terpasang dengan kencang. Baut yang kendur akibat getaran mesin dan jalan raya sangat berpotensi membuat roda depan oblak.

Tetap utamakan keselamatan, selalu gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, dan keep safety riding dan selalu #Cari_Aman saat berkendara di jalan raya. Jika brosis merasakan gejala ban depan goyang saat berkendara, jangan ditunda-tunda untuk segera melakukan pengecekan dan membawa motor ke bengkel AHASS terdekat. Perawatan berkala dan deteksi dini tentu jauh lebih baik untuk mencegah risiko kecelakaan. Gunakan layanan booking servis untuk mendapat layanan bebas antri.

RELATED
NEWS