NEWS
DETAILS
Minggu, 16 Aug 2026 14:02 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Pernahkah Brosis merasa motor kesayangan tiba-tiba terasa tidak nyaman saat dikendarai? Suspensi yang biasanya empuk mendadak terasa keras, atau malah sering mentok atau gejala bottoming saat melewati jalan bergelombang. Kalau sudah begini, kenyamanan berkendara pastinya berkurang drastis, dan handling motor pun bisa terganggu.

Sebenarnya, apa saja sih yang membuat shockbreaker motor Brosis jadi terasa keras? Mari kita ulas bersama.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab suspensi terasa kaku:

  1. Usia Pemakaian & Keausan: Seperti komponen motor lainnya, shockbreaker juga punya batas usia pakai. Seiring berjalannya waktu, kinerja oli suspensi akan menurun karena oksidasi atau kotoran, yang membuatnya jadi lebih kental atau kehilangan daya redamnya.

  2. Oli Shock Terlalu Banyak/Kental: Jika Brosis baru saja melakukan servis suspensi, ada kemungkinan oli yang dimasukkan kelebihan takaran atau menggunakan viskositas yang terlalu tinggi (terlalu kental) yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan. Ini membuat pergerakan as shock jadi lebih lambat dan terasa sangat kaku.

  3. Seal Shock Bermasalah: Jika seal rusak dan oli rembes keluar, sisa oli di dalam tabung akan berkurang. Sebaliknya, jika ada kotoran yang masuk ke dalam tabung, ini bisa menghambat pergerakan piston shock.

  4. As Shock Bengkok: Terbentur lubang dalam atau kecelakaan kecil bisa membuat as shock tidak lurus lagi. Jika as tidak lurus, gesekan di dalam tabung suspensi akan meningkat drastis, sehingga pergerakan menjadi seret dan terasa keras.

  5. Settingan Preload: Bagi motor yang memiliki fitur pengaturan preload, mungkin settingannya terlalu keras (disetel untuk beban berat). Jika Brosis sering berkendara sendirian namun settingannya untuk berboncengan, otomatis suspensi akan terasa sangat kaku.

Setelah tahu penyebabnya, Minho akan berikan beberapa tips untuk mengatasi masalah shockbreaker sepeda motor, diantaranya.

  • Lakukan Servis Rutin: Jangan tunggu rusak, Brosis. Lakukan penggantian oli shock secara berkala (biasanya setiap 10.000 - 15.000 km) untuk menjaga viskositas oli tetap optimal.

  • Periksa Kebocoran: Sering-seringlah melirik bagian as shock. Kalau terlihat ada rembesan oli, segera ganti seal agar kotoran tidak masuk ke dalam dan merusak komponen di dalamnya.

  • Cek Settingan: Jika motor Brosis punya pengaturan preload atau rebound, pastikan sudah disetel sesuai dengan bobot pengendara dan gaya berkendara. Jangan ragu untuk bereksperimen ringan sampai menemukan setelan yang pas.

  • Ganti Komponen yang Rusak: Jika penyebabnya adalah as shock yang bengkok atau per yang sudah lemah, langkah terbaik adalah menggantinya dengan komponen baru yang orisinal.

Wwalaupun banyak bengkel yang menawarkan jasa untuk melakukan perbaikan Shockbreaker yang rusak. Minho sarankan untuk jangan dipaksakan shockbreaker Brosis diperbaiki (misal di-press) jika kerusakannya sudah parah, karena keamanannya tidak lagi terjamin.

Suspensi yang prima bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga soal keamanan. Suspensi yang bekerja dengan baik akan menjaga ban tetap menapak sempurna di aspal. Jadi, buat Brosis, pastikan selalu merawat kaki-kaki motor agar perjalanan tetap nyaman dan tentunya selalu #Cari_Aman saat berkendara di jalan raya.

Untuk itu, kunjungi bengkel resmi AHASS jika terdapat masalah pada shockbreaker sepeda motor kesayangan Brosis agar ditangani dengan tepat oleh mekanik handal dan berpengalaman.Gunakan layanan booking servis untuk mendapat layanan bebas antri

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK